follow me

+ Follow
Join on this site

with Google Friend Connect

Rabu, 10 Agustus 2016

Sinopsis dan Review Film: Troy DC (2004)




Pemain: Brad Pitt, Brian Cox, Brendan Gleeson, Diane Kruger, Eric Bana, Sean Bean, Orlando Bloom, Peter O’Toole, Nathan Jones, Julie Christie, Tyler Mane, Julian Glover, Siri Svegler, Vincent Regan, Garrett Hedlund, John Shrapnel 

Film ini bercerita tentang perseteruan kerajaan Sparta dan Troy. Kedua kerajaan ini dari awal memang sudah tidak akur, namun pada saat itu terdapat usaha dari keduanya untuk saling berdamai. Perdamaian dikarenakan perkelahian antara petarung terbaik Troy dikalahkan oleh petarung terbaik dari Sparta Achilles (Brad Pitt). Begitulah perjanjiannya.

Pesta perdamaian di Sparta kemudian berlangsung. Ditengah-tengah pesta, Paris (Orlando Bloom) adik kandung dari Hector ( Eric Bana) masuk kedalam kamar dari adik Agammemon (Brian Cox). Di dalam ada Helen(Diane Kruge) istri dari Manelaus(Brendan Gleeson). Paris mengajak Helen untuk ikut pulang ke Negeri Troy, karena paris merasa sudah sangat mencintai Helen, begitu sebaliknya.
Keesokan harinya di dalam kapal, Paris mengatakan pada kakaknya Hector bahwa dia telah membawa Helen yang ternyata disembunyikan di dalam kapal. Sempat terjadi perdebatan antara keduanya. Karena membawa istri orang akan berakibat tidak hanya pada urusan pribadi tapi juga hubungan antara kedua kerajaan.

Ketika Manelaus mengetahui kalau istrinya dibawa Paris, dia langsung mengadu pada kakaknya untuk menyerang Troy. Kakaknya sangat geram mendengarnya, namun yang terpenting bagi Agammemon, tidak hanya tentang istri adiknya, akan tetapi bagaimana merebut kerajaan Troy. Kemudian disiapkanlah Armada dalam jumlah besar. Konon katanya ini adalah armada terbesar yang pernah ada. Agamemmon membawa semua prajuritnya dan prajurit dari Negeri jajahannya. Karena untuk melawan benteng Troy tidak lah mudah untuk ditembus.

Pertempuran pun berlangsung lama. Awalnya pasukan Aggamemon mengalami kesulitan untuk melawan benteng dari Sparta. Tapi setelah sedemikian lama dengan taktik dan strategi yang dilakukannya dimalam hari akhirnya Troy dapat diruntuhkan.

Sekian

Analisa film, terdapat kepentingan pribadi dan politik yang mengakibatkan kedua kerajaan kembali berperang. Awalnya memang kedua belah kerajaan antara kerajaan Troy dan Sparta sepakat untuk berdamai dan bersekutu, akan tetapi kemudian dikarenakan masalah pribadi, seluruh prajurit sparta dan kerajaan taklukkannya bergabung untuk melawan Troy.

Bisa kita tarik amanat yang terdapat di dalam film ini semisal, seperti tidak terlalu menuruti hawa nafsu. Padahal sudah mengetahui akibat yang ditimbulkan apabila dilakukan akan mempengaruhi pihak-pihak lain. Maka dari itu sudah seyogyanya memikirkan berulang kali akibat yang akan diterima apabila hendak melakukan suatu tindakan.

Selasa, 09 Agustus 2016

Review Film: Merry Riana (Mimpi Sejuta Dollar)


Director: Hestu Saputra
Pemain: Chelsea Islan, Dion Wiyoko, Kimberley Ryder, Ferry Salim, Ninik L. Karim, Chinthya lamusu
Tahun 2014
MD Entertainment

Sinopsis

Krisis pada tahun 1998 yang terjadi di Indonesia menjadikan Negeri ini tidak nyaman untuk dihuni. Dampak yang sangat dirasakan oleh keluarga Merry Riana (Chelsea Islan) sampai mereka berencana untuk pergi ke Singapura. Akan tetapi keluarga tersebut hanya mampu untuk membeli  satu buah tiket. Dan sang Ayah (Ferry Salim) memutuskan untuk mempersilahkan Merry Riana yang pergi.
Sesampainya di Singapura Merry mencari alamat teman Ayahnya, dengan harapan bisa membantu kehidupannya selama berada di Singapura. Namun malang nasib Merry, dia tidak bisa bertemu dengan teman Ayahnya. 

Kebetulan sekali melalui Sosial Media dia berhasil menemukan Irene. Irene adalah Teman SMAnya. Irene berada di SIngapura dengan kepentingan sebagai Mahasiswi. Merry pun meminta bantuan Irene untuk mencarikannya tempat tinggal. Dan Mereka memutuskan untuk tinggal di Asrama tempat Irene walaupun secara illegal. Tapi pihak kampus akhirnya mengetahuinya dan kemudian mengusir Merry. Irene masih berusaha untuk membantu Merry, dia mendaftarkan Merry untuk masuk ke Kampusnya. Merry pun berhasil melalui serangkaian tes dan akhirnya bisa untuk menjadi Mahasiswa yang kemudian juga dapat tinggal di asrama. Namun seketika Merry terdiam termenung karena diharuskan membayar sejumlah $40.000. Merry pun mencoba untuk melakukan loan pada pihak kampus, dan sebagai penjaminnya adalah seorang Mahasiswa senior yang bernama Alva (Dion Wiyoko).
Tidak hanya sebagai penjamin, akan tetapi Dion juga membantu untuk mencarikan pekerjaan untuk Merry. Banyak tempat yang dicoba dilamarnya akan tetapi hasilnya masih nihil. Sempat Merry bekerja pada Multi Level Merketing abal-abal, walaupun sempat untung, pada akhirnya juga merugi.
Merry kemudian bekerja pada perusahaan Asuransi. Dari sanalah dia bisa mendapatkan banyak penghasilan untuk membantu membiayai kebutuhannya.

Untuk urusan asmara, sempat terjadi perselisihan antara Merry, Irene dan Alva. Sebelumnya Irene sudah lebih dulu mengenal Alva dan diam-diam juga menyukainya. Akan tetapi Alva lebih memilih Merry. 

Alva sempat memberikan cincin kepada Merry tapi ditolak. Cincin itu pun kemudian diberikan pada seorang ibu-ibu pengamen jalanan. Entah keajaiban darimana, Merry pun bertemu dengan Ibu-ibu Tersebut, dan kemudian ibu tersebut memberikan cincinnya kepada Merry. Ibu itu menjelaskan siapa dan untuk apa cincin itu. Sesaat kemudian Merry langsung bergegas mencari Alva yang sedang bekerja di Singapore flyer. Merry mencoba untuk menelfon Alva yang sedang berada di flyer juga. Dari kejauhan, Alva menyatakan cintanya menggunakan buku yang berjudul S.H.M.I.L.Y (See How Much I Love You).

Sekian.

Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari Film yang diangkat dari kisah nyata ini. Perjuangan seorang Merry yang akhirnya bisa bertahan hidup dan meraih satu juta dollarnya ketika usia 26 tahun di Negara tetangga. 

Semangat ini lah yang harus kita contoh. Walaupun gagal berkali-kali tapi tidak pernah sekalipun untuk bermalas-malasan bangkit lagi.

Banyak sudut pandang yang digunakan sebagai tolak ukur untuk melihat kesuksesan. Salah satunya adalah dari film ini.

Menggutip kata-kata di Film “ Sukses itu bukan sekedar memiliki uang banyak, tapi sukses itu ketika kita bisa membuat orang lain memiliki harapan”.



Review Film: Colonia

Disutradarai oleh Florian Gallenberger yang ceritanya ditulis oleh Torsten Wenzel dan di produksi oleh Majestic Film Production, Iris Production, Rat pack.

Film Colonia yang dirilis pada tahun 2016 ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1973. Dibintangi oleh aktris terkenal seperti Emma Watson dan Daniel Bruhl. Mereka memerankan peran utama dan menjadi sepasang kekasih. Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang Lena (Emma Watson) yang berusaha menyelamatkan kekasihnya Daniel (Daniel Bruhl) yang tengah diculik. Daniel merupakan seorang aktivis yang menentang kudeta yang dilakukan oleh Jendral Agusto Pinochet. Maka dari itu dia ditangkap dan diasingkan.

Setelah penculikan, Daniel dibawa ke sebuah desa  yang bernama Colonia Dignidad. Disana dia mendapatkan perlakuan kasar dan disiksa hingga mengalami gangguan jiwa. Pemimpin desa itu bernama Paul Schafer yang mana dia sering berbuat kasar terhadap orang-orang disana. Dia seakan-akan bertindak sebagai seorang pendeta. 

Dengan segala usahanya, Lena mencoba untuk memasuki Colonia Dignidad. Walaupun Lena paham ketika memasuki wilayah tersebut dia tidak akan pernah keluar lagi. Setelah berhasil masuk kawasan tersebut Lena kemudian bertemu dengan Daniel dan berencana untuk keluar dari tempat tersebut. ketika berhasil pun mereka tetap dikejar sampai menuju Bandara dan alhasil Daniel dan Lena bisa pergi dari Negara Chile karena bantuan kawan pilotnya.

Sekian.

Dari cerita diatas kita bisa menganalisa ataupun hanya berkomentar berkenaan dengan jalan ceritanya. Tergambar bagaimana Lena sangat memperjuangankan cintanya bersama Daniel. Dia rela masuk ke tempat yang menyeramkan. Dan Lena pun mengetahui kalau dia hampir tidak mungkin untuk bisa keluar.

Dilihat dari sudut pandang sepasang kekasih yang sedang dimadu asmara. Boleh dikata kalau Film ini mengajarkan bagaimana perjuangan hebat untuk saling menyelamatkan hidup. Tidak perlu jauh-jauh untuk mempertahankan suatu hubungan, tetapi perjuangan se berat itu hanya untuk menyelamatkan hidup seseorang. Mungkin dari sekian banyak penonton merasa heran, mengapa sampai si Lena mengorbankan keselamatannya.

Tapi, itu lah yang terjadi, ketika hati berbicara, semua organ yang lain tak mampu untuk membendung keinginannya. Maka dari itu, bersyukurlah bagi kalian yang dicintai oleh hati dari seseorang yang kalian cintai.

Tips Menghadapi Liburan



Liburan Ngapain ya?



Liburan merupakan sebuah kata yang menyenangkan bagi semua orang. Apalagi ditambah dengan imbuhan “Panjang”, menjadi liburan panjang. Namun kebanyakan merasa bingung harus berbuat apa ketika liburan tiba. Mungkin kesalahannya karena tidak membuat jadwal kegiatan selama liburan. Disini saya akan memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan selama liburan, yaitu:

      1. Nonton Film
Bagi yang dompetnya masih tebal, boleh kita pergunakan isinya untuk pergi ke bioskop kesayangan anda. Tapi bagi yang sudah menipis, tidak ada salahnya untuk nonton film lama yang sudah tersedia di laptop/PC anda masing-masing. Nonton film bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikannya. Dari sana kita bisa mendapatkan sedikit banyak pengetahuan tergantung dari film yang kita lihat. Semisal film Colonia yang hadir di tahun 2016 beberapa bulan lalu. Disana bisa kita belajar bahasa inggris, karena subtitlenya begitu. Kemudian dapat mengetahui bahwa di Chile terdapat sejenis desa/penjara (Colonia Dignidad) yang memperlakukan tahanannya secara sadis, Dunia mengetahuinya, tapi aktivitas disana tetap saja berlangsung. Kira-kira begitu tambahan pengetahuannya.
  
    2. Membaca Buku
Kita bisa mempersiapkan beberapa buku sebelum liburan. Buku seputar akademik, novel ataupun majalah. Berdiam diri di kamar pun bisa bermanfaat jika dibarengi dengan membaca buku. Walaupun bukunya tidak berbobot akademik pun bisa juga dimanfaatkan sebagai hiburan tersendiri. 

               3. Mengunjungi tetangga/teman lama
Ketika pulang dari perantauan biasanya ada rasa rindu yang menyengat. Tetangga kanan kiri yang dulunya setiap hari bertemu namun sekarang hanya beberapa pekan dalam setahun. Kita dapat bercengkrama dengan mereka. Bertukar informasi dan pengalaman. Menceritakan semua aktivitas yang sudah dilalui pada hari kerja kemarin. Bernostalgia dengan masa-masa kecil ketika masih tidak ada keinginan dan nafsu untuk menjadi orang hebat.

Beberapa poin diatas merupakan  sedikit tips yang dapat dilakukan untukmenghadapi liburan panjang. Gunakan waktu santai liburan untuk hal-hal yang bermanfaat. Walaupun santai tapi tetap positif.

 Semoga bermanfaat.

Senin, 08 Agustus 2016

Review Film: AADC 2



AADC 2 ini merupakan salah satu film yang ditunggu-tunggu oleh pemuda-pemudi Indonesia karena merupakan sekuel dari AADC 2 yang dulu rilis pada tahun 2002. Dan akhirnya pada Tanggal 28 April 2016. Di sutradarai oleh Riri Riza film ini berlokasi syuting di 3 tempat yaitu, Jakarta, Yogyakarta, dan New York.


Pada AADC 2 dikisahakan tentang kisah kasih antara tiga orang, yakni Cinta, Rangga dan Trian. Pada Awalnya memang Rangga dan Cinta memutuskan untuk berhubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship karena Rangga harus pergi ke New York. Namun tiba-tiba Rangga mengirimkan sepucuk surat yang pada intinya ingin berpisah dengan Cinta. Hanya melalui sebuah surat Rangga mengabarkan bahwa dia sudah tidak lagi ingin untuk berhubungan dengan Cinta.

14 tahun lamanya mereka berpisah, kemudian datang seorang Trian yang melamar Cinta. Cinta pun menerimanya karena dirasa memang Rangga sudah tidak ada dalam hatinya.


Pada suatu waktu, Cinta dan ketiga temannya, Maura, Milly, dan Karmen memutuskan untuk berlibur ke Yogyakarta. Keempat bersahabat itu mengambil cuti untuk beberapa hari menikmati indahnya kota Yogyakarta. Cinta sudah mencatat schedule dan destinasi yang akan dituju selama berada di Yogyakarta.


Pada saat yang sama Rangga juga datang ke Yogyakarta untuk menemui ibunya. Tidak ada hasrat kesengajaan untuk pertemuan mereka. Awalnya Karmen yang mengetahui Rangga berada Di Jogya. Kemudian Karmen memutuskan untuk mempertemukan Cinta dan Rangga. Bukan tanpa alasan Karmen melakukan itu, dia hanya ingin mengetahui apa Cinta sudah benar-benar bisa melupakan Rangga.


Bertemulah Rangga dan Cinta, selama seharian mereka berjalan berdua. Menceritakan semua apa yang terjadi selama ini, dan ketika mengantar Cinta pulang tiba-tiba Cinta mengecup bibir Rangga.

Sesampainya Cinta dan ketiga temannya di Jakarta, ternyata Rangga juga mengejar Cinta ke Jakarta . Rangga Hanya ingin mengetahui apa Cinta sudah benar-benar memutuskan untuk melupakan dia. Rangga mendatangi tempat kerja Cinta dan Cinta mengatakan bahwa kemarin di Yogya itu tidak ada artinya bagi dia, atau dengan kata lain Cinta sudah tidak ada rasa dengan Rangga. Dan Rangga pun kembali ke New York.


Setelah itu Cinta menceritakan semua apa yang dialaminya di Yogya , berbeda dengan apa yang dikatakannya kepada Rangga. Dia mengaku bahwa dia masih belum bisa melupakan Rangga dan berencana untuk pergi ke New York menemui Rangga. Bertemulah mereka dan berbahagialah antara Cinta dan Rangga.


Sekian.


Saya ingin memunculkan sudut pandang berbeda tentang film AADC 2 ini. Dimana sangat terlihat sikap tidak konsisten yang ditunjukkan oleh Cinta. Cinta sudah secara resmi dilamar oleh Trian, akan tetapi ketika bertemu dengan Rangga sehari saja dengan mudahnya dia berubah arah.

Hal ini menunjukkan betapa mudahnya hati seseorang untuk dibolak-balikkan. Padahal sudah jelas terikat dengan cincin yang menunjukkan hatinya tidak untuk orang lain.

Memang kita tidak bisa memungkiri Tuhan Maha membolak-balikkan perasaan, juga tidak ada jaminan ikatan hubungan apapun untuk tidak dapat terpisahkan, akan tetapi jika kita bisa memilih kenapa harus berakhir menyakitkan?


Cangkir Klasik, 29 Juli 2016


Review Buku: Desing Kalbu


Karya: Musa Maliki
Penulis bernama Musa Maliki ini merupakan lulusan dari Diploma III Sastra Arab dari Fakultas Ilmu Budaya UGM pada tahun 2003. Sekaligus pada tahun itu juga beliau lulus di Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kemudian melanjutkan Studi (S2) di HI UI dan lulus pada tahun 2006.

Buku ini menceritakan tentang pengalaman fiksi Penulis selama dia hidup di Yogyakarta. Kalau diperhatikan dari ceritanya, banyak bagian yang menyangkut pautkan tentang masalah percintaannya dengan teman sesama HInya di kampus lain. Hal itu dia lihat sebagai hal yang sangat positif, dimana dengan memiliki relasi di kampus lain, secara tidak sadar dia juga termotivasi untuk menjadi lebih baik. Lawan cintanya juga memiliki kesamaan yang sangat disukainya, yaitu sama-sama sangat mencintai dunia perdebatan (bukan lomba debat). Maksudnya kesehariaannya diwarnai dengan perdebatan yang penuh kontroversial dengan sesama temannya.

Bahasa di buku ini sangat lah unik, penulis menggunakan kata-kata yang bisa dibilang intim untuk dibicarakan. Seperti orgasme, ejakulasi dan lain-lain. Namun itu yang membuat unik dan sangat menarik apabila dibaca oleh penikmat novel. Apalagi anak HI yang membacanya akan merasa tidak asing dengan keseharian yang diceritakan penulis. Buat paper, ikut konferensi, ikut seminar dan kegiatan-kegiatan yang ada diluar kota.

Dari sudut pandang Mahasiswa HI, saya memandang buku ini sedikit banyak memberikan motivasi. Diceritakan bahwa Bayu, pemeran utama itu merupakan anak yang cerdas. Dapat dilihat dari salah satu IP semesternya dia mendapatkan nilai sempurna yaitu 4.00. Nilai idaman dan nilai yang hampir tidak mungkin bagi Mahasiswa malas seperti saya hehe. Tidak hanya dilihat dari nilai. Bisa juga menerka melalui kegiatan luar kota yang diikutinya karena sebelumnya didapatkan melalui proses seleksi di kampusnya. Dari situ dia mendapatkan teman beda kampus yang dia sukai. Teman yang bisa diajak debat melalui email, teman yang dapat membuat perasaannya jadi tak karuan, teman yang dapat membuat dia jatuh hati. Walaupun sampai akhir cerita sama sekali dia tidak mengungkapkan perasaannya.

Dapat dikatakan buku ini cukup Recommended bagi seorang Mahasiswa. Dimana Bayu menurut penilaian saya merupakan mahasiswa yang cukup aktif dan berprestasi di kampusnya. jadi dengan membaca buku ini dapat dikatakan sebagai Mahasiwa HI khususnya bisa terbangun dari tidur kemalasannya. Dapat terjaga dari lamunan rasa berat untuk berkarya. Karena pemeran bayu cukup banyak mengerti akan dunia ke HIan, lebih dari sekedar paham akan teori-teori yang ada di sudut pandang Ilmu Hubungan Internasional.


Sekian.

Senin, 07 Maret 2016

Aku Tuangkan di Coretan

Aku Tuangkan di Coretan

 

Disini saya akan sedikit bercerita mengapa sampai mempunyai keinginan untuk menulis. Banyak faktor yang melatar belakangi saya sehingga berkeinginan untuk menuangkan ke dalam tulisan.
Sebagai mahasiswa tentu tidak asing dengan kata menulis. Menulis sesuatu yang berhubungan dengan mata kuliah pastinya. Menulis karena merasa ada yang memaksa untuk segera menyelesaikan beberapa tuntutan di perkuliahan hingga menjelang kelulusan tentunya. Itu merupakan sebuah awal mengapa harus menulis. Tapi disamping menulis yang berhubungan dengan tugas kuliah, muncul sebuah kemauan yang secara tiba-tiba untuk tidak hanya masalah tugas kuliah, akan tetapi juga berkenaan dengan kegiatan di luar kampus. Suatu contoh membuat sebuah artikel, cerita pendek, puisi, ataupun berupa kisah nyata yang menginspirasi.
Tidak bisa dijelaskan dengan pasti mengapa saya merasa diharuskan untuk menulis. Karena dari awal tidak mempunyai harapan dan tujuan pasti dengan kegiatan menulis ini. Akan tetapi lambat laun pada akhirnya mulai menemukan manfaat dari menulis. Terutama ketika ada sesuatu hal yang dirasa cukup menyesakkan hati, sehingga sangat mengganggu dan menjadi beban pikiran, maka dari itu saya mencoba untuk menyisihkan rasa sesak di dada ke dalam sebuah tulisan. Terasa cepat memang perubahannya, sangat terasa ketika meletakkan beban pikiran di sebuah tulisan. Bukan berarti ketika menulis semua masalah akan selesai dengan sendirinya, namun setidaknya juga bisa lebih jernih berfikir dan tidak mengganggu kegiatan lain.
Beberapa waktu lalu saya mengikuti lomba cerpen, memang hasilnya tidak menggembirakan ketika pengumuman tidak ada nama saya yang tercantum. Tapi ini cuma sebuah awalan, dan tujuan utama dari menulis bukanlah menjadi seorang yang hebat dalam menulis. Tapi setidaknya, saya sudah mencoba dan berusaha menulis yang baik, disamping memang ini hanya sebuah hobi yang menurut saya dapat meningkatkan seni dalam berbahasa yang dapat diaplikasikan dalam bertutur kata.
 Niat awal memang dengan menulis dapat sedikit banyak membantu dalam peregangan mengolah kata. Karena pada saatnya nanti di tugas akhir seorang mahasiswa akan dituntut untuk menulis dalam jumlah yang sangat banyak untuk ukuran seseorang yang tidak terbiasa menulis. Saya pribadi percaya dengan terbiasa menulis apapun, dampaknya akan baik ketika kita terapkan di dalam menulis skripsi. Karena saya sendiri percaya ketika sudah terbiasa akan menjadi hal yang tidak menyusahkan pula.
Ada sedikit harapan atau ambisi besar di dalam diri ini, yaitu dapat menulis karya ilmiah dan mempresentasikannya di suatu forum, Forum dalam Konferensi Internasional, Bismillah :)